pic5Dewasa ini kegunaan ilmu forensik semakin sering terdengar oleh publik. Media sering menyangkutkan ilmu forensik ini dengan situasi kebencanaan ataupun pengidentifikasian korban kejahatan. Kepopuleran ilmu forensik semakin bertambah dengan banyaknya serial televisi yang menampilkan kerjasama satuan kepolisian dengan para ilmuwan untuk memecahkan kasus-kasus kriminal. Mereka menggunakan ilmu forensik untuk meneliti barang bukti dan mengungkap kebenaran.

Ilmu forensik (biasa disingkat forensik) adalah sebuah penerapan dari berbagai ilmu pengetahuan untuk menjelaskan penyebab, cara dan keadaan kematian. Dalam sistem hukum, banyak ilmu dapat berkontribusi untuk menjelaskan apa yang terjadi pada orang yang meninggal dalam keadaan mencurigakan dan/atau akibat kekerasan. Namun disamping keterkaitannya dengan sistem hukum, forensik umumnya lebih meliputi sesuatu atau metode-metode yang bersifat ilmiah dan juga aturan-aturan yang dibentuk dari fakta-fakta berbagai kejadian, untuk melakukan pengenalan terhadap bukti-bukti fisik (contohnya mayat, bangkai, dan sebagainya).

Andres Patino Umana, Forensic Regional Adviser ICRC Delegasi Indonesia, menjelaskan selengkapnya tentang ilmu forensik di bawah ini. Andres telah bekerja di ICRC sejak tahun 2008, dan telah bertugas di berbagai negara sebelum ditempatkan di ICRC Delegasi Indonesia.

Andres ketika bertugas di laboratorium. Dok: Pribadi

Andres ketika bertugas di laboratorium.
Dok: Pribadi

 

Apakah ilmu forensik?

Berbagai ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk menjelaskan penyebab, cara dan keadaan kematian. Dalam sistem hukum, banyak ilmu yang dapat berkontribusi untuk menjelaskan apa yang terjadi pada orang yang meninggal dalam keadaan mencurigakan dan/atau kekerasan.

Siapa saja yang terlibat dalam proses Forensik?

Selain para ilmuwan atau ahli forensik, banyak orang lain yang terlibat seperti: Pemerintah, Hakim, Pengacara, Polisi, Saksi, Keluarga, dan bahkan Pelaku.

Apa latar belakang baik pendidikan maupun profesional yang diperlukan untuk bekerja dalam bidang Forensik?

Seorang ilmuwan forensik, seperti halnya ilmuwan lainnya, memiliki kemampuan untuk menunjukkan fakta, menganalisis bukti dengan menggunakan metode ilmiah. Ilmuwan forensik harus memiliki kepakaran yang diakui (credential) dan menunjukkan keahlian serta pengalaman untuk menjadi bagian dari suatu investigasi forensik atau prosedur legal apapun.

Melibatkan apa saja kah proses Forensik?

Proses yang membutuhkan rekaman temuan dan mengumpulkan bukti-bukti di tempat Kejadian Perkara (TKP). Temuan dan sampel yang ditemukan dianalisa di laboratorium menggunakan teknik ilmiah untuk mendapatkan hasil dan bukti-bukti yang kemudian disajikan dalam forum hukum (pengadilan).

pic1

Ketika/pada saat apakah ilmu forensik diperlukan?

Ilmu forensik adalah sebuah alat penting dalam setiap investigasi kriminal atau proses hukum. Ilmuwan forensik mampu menjelaskan fakta-fakta melalui laporan ilmiah yang menjelaskan semua analisis dan percobaan-percobaan yang digunakan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang relevan dengan masalah yang disengketakan.

Mengapa penting?

Ilmu forensik sangat penting karena itu berarti penggunaan metode ilmiah untuk menjelaskan fakta dan fenomena yang ditemukan di TKP. Deskripsi visual saja tidak cukup dan bisa menyesatkan, sehingga para ilmuwan forensik menggunakan bukti-bukti yang terdapat pada tubuh jenazah dan juga TKP.

Bagaimana proses Forensik dapat memberikan manfaat bagi para korban serta keluarga mereka dalam situasi konflik atau bencana?

Melalui pengungkapan yang tepat dan identifikasi korban menggunakan metode yang standar dan ilmiah, korban dapat dengan cepat ditemukan dan dikembalikan ke keluarga, sehingga mereka bisa mendapatkan kepastian.

Apa peran ICRC dalam forensik pada khususnya di Indonesia?

ICRC bekerja sama dengan banyak pihak berwenang di Indonesia, seperti: Departemen Kedokteran Disaster Victims Identification (DVI) di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), guna meningkatkan metode dan praktek kerja untuk pengelolaan dan identifikasi korban setelah bencana. ICRC memberikan saran dan dukungan secara teknis, termasuk pelatihan untuk petugas yang pertama kali mendatangi tempat kejadian dan pelatihan bagi para ahli nasional.

Tantangan apa saja yang Anda hadapi dalam mensosialisasikan dan bekerja pada proses forensik di negara yang berbeda?

Meskipun ilmu forensik telah menjadi sangat populer di media dan acara TV, namun ruang lingkup dan penggunaannya masih belum selalu dipahami, khususnya dalam situasi sulit dan menantang. Banyak isu-isu budaya dan agama yang harus dipahami ketika menerapkan ilmu forensik, yang telah berkembang terutama di negara-negara maju. Ada juga pengalaman dan keahlian lokal yang harus dihormati di negara mereka masing-masing.

Andres ketika bertugas di Iran. Dok: Pribadi

Andres ketika bertugas di Iran.
Dok: Pribadi

Bagaimana proses Forensik diterapkan dan diintegrasikan dalam proses DVI? Adakah contoh khususnya di Indonesia?

Ilmu forensik adalah elemen kunci dalam proses Disaster Victim Identification (DVI), sebuah proses yang digunakan oleh banyak lembaga kepolisian di seluruh dunia untuk mengidentifikasi korban setelah bencana besar (baik alam maupun buatan manusia) sesuai rekomendasi dan pedoman International Police (INTERPOL). DVI Menggunakan banyak metode forensik dalam pengidentifikasian, khususnya pada kasus-kasus dimana jenazah tidak lagi dapat dikenali secara visual. Melalui perbandingan sistematis atas informasi dari korban dan keluarga korban, jenazah dapat diidentifikasi secara tepat. Di Indonesia, banyak kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan ataupun bencana yang memerlukan tim DVI untuk pencarian dan identifikasi korban, seperti peristiwa baru-baru ini (Tsunami 2004, serangan teroris di Bali, dan kecelakaan pesawat Air Asia pada bulan Desember 2014).

Berita terkait lainnya: Ilmu Forensik dan Aksi Kemanusiaan